Siapakah Nama TUHAN Orang Kristen yang Sesungguhnya?
Menurut ensiklopedia, Allah adalah NAMA dan sebutan tertinggi, termulia dan termasyur diantara segala nama yang dipunyai oleh pencipta dan penguasa semesta (Sumber: Ensiklopedia Lintas Agama, Abujamin Roham).
Allah adalah NAMA diri. Seluruh umat muslim yang tergabung dalam berbagai aliran atau sekte yang berjumlah 150 buah seperti aliran Sunni, Sufi, Shiah, Wahhabi, Ahmadiyah, Keimanan Bahai dan sekte-sekte lain pada umumnya menyebut sesembahan mereka sebagai “Allah” (Sumber Buku: Who is this Allah, G.J.O. Moshay, Kata Pengantar, hal. 8)
Ilmu kepurbakalaan telah menemukan benda-benda bersejarah yang ditengarai sebagai visualisasi dari sesembahan yang bernama Allah. (Sumber Buku:Islamic Invation, Robert Morey, Christian Scholars Press, 1350E Flamingo Rd. Suite 97 Las Vegas, NV. 88110, ISBN: 1-931230-07-2).
Dari berbagai sumber di atas kita bisa menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sesembahannya umat Islam. Sehingga umat Islam di seluruh dunia menyebut nama tersebut dan tidak pernah menggantinya dengan sebutan lain.
Lalu mengapa nama Allah bisa masuk ke dalam Alkitab itu karena pengaruh sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia, yang waktu itu dibantu oleh sastrawan muslim yang bernama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi.
Kita tidak perlu mempermasalahkan atau memperdebatkan tentang nama tersebut, tetapi kita menghargai, menghormati dan yang lebih terutama adalah "Mengembalikan" kepada mereka nama agung yang mereka sembah, dan sesama sebagai warga Negara Republik Indonesia sehingga kita bisa hidup rukun berdampingan di Negara kita tercinta Indonesia.
Orang Yahudi saja tidak menyebut Yahweh, mengapa kita berani menyebut-Nya?
Orang Yahudi atau orang Israel tidak menyebut atau memangil Yahweh bukan berarti mereka tidak mengenal atau menolak Yahweh, tetapi karena mereka sangat menguduskan nama tersebut. Pada saat itu mereka berada di Babel dan mereka menyembah kepada Baal dan dewa-dewa, lalu ketika mereka dipulihkan, mereka merasa tidak layak untuk menyebut Nama yang Kudus itu, yaitu Nama yang sudah memulihkan mereka. Karena itulah setiap kali ada huruf YHWH (Yahweh), mereka membacanya: Adonai atau Ha Shem (Nama itu/Sang Nama). Hal itu karena mereka sangat menghargai dan menguduskan Nama Yahweh, jadi jelas di pikiran mereka tentu mengenal dan tahu siapa Yahweh, namun penghargaan itu tidak sesuai dengan isi hati Yahweh sendiri yang menghendaki agar Nama-Nya disebut atau dipanggil, diagungkan serta dimuliakan. Berbeda dengan orang Kristen di Indonesia yang tidak memanggil nama Yahweh, bukan karena mereka menguduskan atau menghormati nama Yahweh, tetapi karena belum atau tidak mengenal nama Yahweh.
Lalu mengapa kita berani memanggil nama Yahweh? Karena kita sekarang hidup di tidak hidup di bawah Torat lagi tetapi hidup di dalam anugerah Tuhan, sehingga kita tidak menerima roh perbudakan sehingga menjadi takut, melainkan menerima Roh yang menjadikan kita anak, yang olehnya kita berseru, Abba, Bapa (Roma 8:15). Paulus menegaskan dalam Galatia 4:6: “Dan karena kamu adalah anak, maka Elohim telah mengirim Roh Putra-Nya ke dalam hatimu, untuk berseru, “Abba, Bapa”. Oleh karena anugerah Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadikan kita anak-anakNya, maka sekarang kita berani untuk memanggil nama Bapa kita, yaitu Yahweh.
Sumber: http://indonesiabaru.net/

