Siapakah Joseph Prince?

Siapakah Joseph Prince?


Lahir 15 May 1963 ,adalah  senior pastor of New Creation Church di Singapore, dia adalah salah satu pendiri gereja tersebut di tahun 1983. Saat ini New Creation Church memiliki jemaat sekitar 35.000 jiwa.
Joseph Prince, putra seorang imam Sikh asal India dan ibu seorang Tionghia, menghabiskan masa sekolah dasarnya di Perak, Malaysia.
Ps Prince berubah nama kelahirannya menjadi Joseph Prince saat di Singapura saat menjadi konsultan IT
Ps Prince telah diundang untuk berkhotbah ke berbagai Negara seperti di gereja-gereja di Australia, Kanada, Inggris, Indonesia, Belanda, Norwegia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.
Khususnya, ia diundang untuk berkhotbah di Seminar Grace & Favour di Hillsong Church Sydney , dan Hillsong London ,pada tahun 2006 pada tahun 2007 dan 2008, ia diundang untuk berbicara di Konferensi Hillsong di Sydney dan London. Pada tahun 2009, ia diundang untuk berbicara, bersama Joel Osteen dari Gereja Lakewood, pada 2 Days of Hope Konferensi diselenggarakan di Johannesburg, Afrika Selatan.
Program TV Ps Prince Destined To Reign (Ditakdirkan untuk Memerintah) disiarkan di lebih dari 150 negara. Program siaran Nya juga disiarkan secara online melalui internet dan podcast untuk pemirsa.
Ps Prince menerbitkan buku, CD dan DVD . Pada tahun 2007, bukunya Ditakdirkan untuk Memerintah:. Rahasia Upaya Sukses, Keutuhan dan Hidup Victorious, yang berisi ajaran-ajaran dari sepuluh tahun ia berkhotbah 1997-2007, diterbitkan di Singapura  dan Amerika Serikat. Enam bulan setelah rilis AS buku, terdaftar sebagai salah satu Ritel Kristen Top 100 Books.  Pada tahun 2010, buku terbaru Unmerited Favor , diterbitkan di seluruh dunia oleh Charisma House.

Pada tanggal 29 Oktober, 2011, Ps Prince melayani di Amerika Serikat untuk pertama kalinya di Gereja Lakewood, gereja terbesar di Amerika, di Houston, Texas.
Di tahun 2013, Ps Mengunjungi America dalam The Power of Right Believing Tour, ia berbicara di 4 kota di seluruh Amerika Serikat. Ini dimulai di Prudential Center di Newark, NJ pada Jumat, 1 November 2013 .Berikutnya adalah Long Beach Arena di Long Beach, CA pada Rabu, 6 November 2013 Lalu ia memberitakan layanan akhir pekan Gereja Lakewood, gereja terbesar di Amerika , di Houston, TX pada Sabtu, 9 November, 2013 dan Minggu, 10 November 2013 perhentian terakhir tur ini adalah Teater Verizon di Grand Prairie, TX pada hari Rabu, 13 November 2013. Banyak jiwa dimenangkan dan pandangan orang diubahkan mengenai Kasih Karunia. Orang-orang semakin mengerti Kasih Yesus Kristus yang besar yang melebihi segagalanya.
New Creation Church Singapore membangun gedung ibadah Gereja dengan menelan biaya sekitar SGD 400 Juta..

Sumber : 
http://www.kasihkarunia.org/
www.youtube.com

Siapakah TUHAN Orang Kristen yang Sesungguhnya?

Siapakah Nama TUHAN Orang Kristen yang Sesungguhnya?



Menurut ensiklopedia, Allah adalah NAMA dan sebutan tertinggi, termulia dan termasyur diantara segala nama yang dipunyai oleh pencipta dan penguasa semesta (Sumber: Ensiklopedia Lintas Agama, Abujamin Roham).
Allah adalah NAMA diri. Seluruh umat muslim yang tergabung dalam berbagai aliran atau sekte yang berjumlah 150 buah seperti aliran Sunni, Sufi, Shiah, Wahhabi, Ahmadiyah, Keimanan Bahai dan sekte-sekte lain pada umumnya menyebut sesembahan mereka sebagai “Allah” (Sumber Buku: Who is this Allah, G.J.O. Moshay, Kata Pengantar, hal. 8)
Ilmu kepurbakalaan telah menemukan benda-benda bersejarah yang ditengarai sebagai visualisasi dari sesembahan yang bernama Allah. (Sumber Buku:Islamic Invation, Robert Morey, Christian Scholars Press, 1350E Flamingo Rd. Suite 97 Las Vegas, NV. 88110, ISBN: 1-931230-07-2).
Dari berbagai sumber di atas kita bisa menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sesembahannya umat Islam. Sehingga umat Islam di seluruh dunia menyebut nama tersebut dan tidak pernah menggantinya dengan sebutan lain.
Lalu mengapa nama Allah bisa masuk ke dalam Alkitab itu karena pengaruh sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia, yang waktu itu dibantu oleh sastrawan muslim yang bernama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi.
Kita tidak perlu mempermasalahkan atau memperdebatkan tentang nama tersebut, tetapi kita menghargai, menghormati dan yang lebih terutama adalah "Mengembalikan" kepada mereka nama agung yang mereka sembah, dan sesama sebagai warga Negara Republik Indonesia sehingga kita bisa hidup rukun berdampingan di Negara kita tercinta Indonesia.

Orang Yahudi saja tidak menyebut Yahweh, mengapa kita berani menyebut-Nya?

 

Orang Yahudi atau orang Israel tidak menyebut atau memangil Yahweh bukan berarti mereka tidak mengenal atau menolak Yahweh, tetapi karena mereka sangat menguduskan nama tersebut. Pada saat itu mereka berada di Babel dan mereka menyembah kepada Baal dan dewa-dewa, lalu ketika mereka dipulihkan, mereka merasa tidak layak untuk menyebut Nama yang Kudus itu, yaitu Nama yang sudah memulihkan mereka. Karena itulah setiap kali ada huruf YHWH (Yahweh), mereka membacanya: Adonai atau Ha Shem (Nama itu/Sang Nama). Hal itu karena mereka sangat menghargai dan menguduskan Nama Yahweh, jadi jelas di pikiran mereka tentu mengenal dan tahu siapa Yahweh, namun penghargaan itu tidak sesuai dengan isi hati Yahweh sendiri yang menghendaki agar Nama-Nya disebut atau dipanggil, diagungkan serta dimuliakan. Berbeda dengan orang Kristen di Indonesia yang tidak memanggil nama Yahweh, bukan karena mereka menguduskan atau menghormati nama Yahweh, tetapi karena belum atau tidak mengenal nama Yahweh.
Lalu mengapa kita berani memanggil nama Yahweh? Karena kita sekarang hidup di tidak hidup di bawah Torat lagi tetapi hidup di dalam anugerah Tuhan, sehingga kita tidak menerima roh perbudakan sehingga menjadi takut, melainkan menerima Roh yang menjadikan kita anak, yang olehnya kita berseru, Abba, Bapa (Roma 8:15). Paulus menegaskan dalam Galatia 4:6: “Dan karena kamu adalah anak, maka Elohim telah mengirim Roh Putra-Nya ke dalam hatimu, untuk berseru, “Abba, Bapa”. Oleh karena anugerah Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadikan kita anak-anakNya, maka sekarang kita berani untuk memanggil nama Bapa kita, yaitu Yahweh.

Sumber: http://indonesiabaru.net/

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah TUHAN?

Apakah Yesus Berkata Dia Adalah TUHAN?

Suatu ketika saya mendapat pertanyaan dari saudari saya yang menanyakan pertanyaan di atas, karena pada waktu itu saudari saya ini ditantang oleh rekannya yang menayakan di mana dalam Kitab Orang Kristen yang menyatakan secara langsung bahwa Yesus sendiri berkata Dia adalah Tuhan. mereka berkata, “Apakah Yesus berkata Dia adalah TUHAN?” “Ayat mana yang menulis bahwa Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah TUHAN?”, atau “Kapan Yesus berkata bahwa Aku adalah TUHAN, sembahlah Aku?”
Awalnya saya hanya berpikir percuma membuang waktu untuk berdebat kusir dengan orang-orang tersebut karena percuma saja dan membuang-buang waktu, namun Melihat komentar seperti ini terlus bergulir saya jadi berpikir dan merasa tertantang. Konsep yang berkembang selama ini mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret tidak pernah mengatakan bahwa diri-Nya adalah kudus dan Anak TUHAN . Tapi bagaimana dengan ini? Apakah Yesus betul-betul berkata bahwa Dia adalah TUHAN ? Adakah bukti-bukti sejarah yang mendukungnya?

Di artikel kali ini saya akan membagikan beberapa poin yang mungkin membantu kita untuk menjelaskan ini kepada saudara-saudara yang lainnya.
Apakah Yesus berkata bahwa Dia adalah TUHAN ?
Jawabannya: YA. Dalam Yohanes 10:30 , Yesus berkata bahwa “Aku [Yesus] dan Bapa [TUHAN] adalah satu.” Tapi di ayat selanjutnya dikatakan bahwa Orang-orang Yahudi saat itu langsung mengambil batu untuk melempari Yesus, mereka mau membunuh Yesus! Pertanyaannya MENGAPA? “Karena Engkau,” kata mereka, “menghujat TUHAN  dan sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan TUHAN ” (Yohanes 10:33).
Dalam kesempatan lain Yesus menggunakan nama personal Elohim Atau TUHAN-nya Bangsa Israel – nama yang diungkapkan TUHAN  kepada Musa. “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 3:14). Yesus menggunakan nama TUHAN  dalam Taurat Musa “AKU ADALAH AKU” dengan tujuan tidak ada orang yang salah paham. Contohnya saja dalam Yohanes 8:58. Yesus Berkata, : “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, AKU ada.” Dan nampaknya, semua orang Yahudi juga mengerti. Mereka menjadi marah dan ingin melempari Yesus dengan batu. Kenapa? “Karena Engkau,” kata orang Yahudi, “menghujat Elohim dan sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Elohim .”
Saat itu Yesus berbicara di depan orang Yahudi! Sebagai analogi, itu sama saja seperti bila Yesus berkata kepada orang Islam, “Akulah allah mu.” Bisa dibayangkan apa reaksi setelah mendengar pernyataan tersebut.
Fakta ini membuktikan kepada kita ada 2 kemungkinan mengenai sosok Yesus. Bahwa Yesus mungkin adalah orang gila yang mengatakan diri-Nya adalah TUHAN  dan mau mati dilempari batu, atau Yesus adalah TUHAN , seperti yang dikatakan-Nya. Tapi, kita tahu pasti orang gila tidak mungkin memiliki banyak pengikut. Ajaran orang gila juga pasti segera dilupakan dan tidak diingat-ingat. Namun apa buktinya? Pengikut Yesus tersebar di seluruh dunia, ajaran-Nya pun mempengaruhi filsuf-filsuf besar yang ada di dunia. Dengan kata lain, mau tidak mau, pilihan kita hanya tinggal satu, Yesus adalah TUHAN , tepat seperti yang dikatakan-Nya. Logis bukan?
Apakah Yesus Berkata Dia Adalah TUHAN? YA…DIALAH TUHAN ELOHIM
Referensi :
http://www.panduanpraktis.com

Kitab Holy Bible